Malam hampir pagi disetengah lelap, terdengar bisik kekasih melantunkan ayat.
Angga luluh mendengar lantunan lembut itu.
Nyala dupa seketika itu juga padam, ada terasa seperti sesuatu yang
salah dengan apa yang sedang dilakukan, sepertinya juga dengan jalan
hidup yang telah dilalui.
Cukup lama Angga terdiam memahami ayat yang telah didengar, Angga tak
tahu apa yang harus diperbuat, namun setengah hatinya bahagia ketika
sang kekasih bisa menampakkan senyumnya kembali.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengambil Gambar
Aku sempatkan mengambil gambar sederhana pagi tadi. Sekedar rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Aku gunakan lensa canon 55 - 250mm pula ap...
-
Tubuh Dewi masih terlihat sangat letih, letih tubuh juga perasaan. Dewi masih enggan untuk menemui Arya. Selalu timbul perasaan malu jika t...
-
Segala kemampuan yang dimiliki Beng bukanlah berarti menjadikan sesuatunya bisa lebih mudah. Jantung Urip berdegub lebih kuat begitu meng...
-
Waktu dan ruang selalu setia memberi kesempatan kepada alam dan seisinya untuk larut dalam pencariannya masing-masing, mempersilahkan hidup ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar