"Orang-orang yang dianggap baik oleh Arya selalu berdoa di setiap
tengah malam, dan diantara panjat doa mereka terselip aroma dari iblis
yang dikutuk dan dirajam, aku sangat mengenal mereka semua.
Sedang telah beribu kali aku tawarkan pada Arya untuk mendapatkan
Kemala kekasihnya itu, maka setiap saat tawaran itu pula dianggap
Arya sebagai tawaran iblis yang menggoda.
Arya selalu menolak apa yang aku tawarkan, tawaran atasan segala
keinginan dari setiap doanya. Walau begitu aku juga sangat tahu akan
Arya, dia tak sekalipun membenci iblis.
Pun soal batu, aku sangat tahu persis lokasi dimana batu itu, sayang
Arya memilih cara mereka, cara tokoh tua. Sekarang kesempatan itu aku
berikan padamu"
Narang mulai percaya pada Dewi. Hampir tidak bisa dipercaya,
kesempatan yang terlalu lebar dan sangat memudahkan.
Walau setengah hatinya ragu tapi keberadaan batu penyangga terasa
sudah terlalu dekat. Naif rasanya jika Narang tak gembira atas hal
itu.
5.07.2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengambil Gambar
Aku sempatkan mengambil gambar sederhana pagi tadi. Sekedar rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Aku gunakan lensa canon 55 - 250mm pula ap...
-
Tubuh Dewi masih terlihat sangat letih, letih tubuh juga perasaan. Dewi masih enggan untuk menemui Arya. Selalu timbul perasaan malu jika t...
-
Segala kemampuan yang dimiliki Beng bukanlah berarti menjadikan sesuatunya bisa lebih mudah. Jantung Urip berdegub lebih kuat begitu meng...
-
Waktu dan ruang selalu setia memberi kesempatan kepada alam dan seisinya untuk larut dalam pencariannya masing-masing, mempersilahkan hidup ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar