Sedikit angin membawa suasana yang menakutkan, sepi. Sedang tetua
sibuk dengan diamnya sendiri. Angga berpikir kehidupan alam arwah
bakal mendatangi dan Angga tak tahu kemana harus lari.
"Ulun hanya memastikan bahwa semua dalam kondisi baik. Jangan takut" ujar tetua.
"Yup" Angga asal jawab menutupi rasa takut.
Sedang perasaan takut benar-benar menguasai. Hantu dan hantu itu saja
yang ada di kepala hingga liur terasa masam.
Benar tak berapa lama tetua mendadak bangkit karena dia merasa ada
yang datang. Rupanya kejut dari tetua mengakhiri ketakutan Angga yang
telah memuncak. Angga pingsan untuk yang kedua kalinya. Tetua
tersenyum mendapati Angga yang jauh diluar dugaan. Angga benar-benar
lemah juga tolol sedang setengah dari pertanyaan meragukan bagaimana
mungkin seorang perempuan bisa mencintai laki-laki yang jauh dari
untuk bisa diandalkan.
"Gegaraning wong akrami dudu rupa dudu banda..." suara perempuan
melantunkan tembang Jawa.
"salma" tetua mengenal jelas suara itu. Benar, salma sudah ada dibelakang tetua.
"Salam laika, dulu seorang sahabat mengajarkan padaku tembang itu,
ketika aku patah.
Yang menjadi pijakan dasar sebuah ikatan pernikahan untuk membentuk
keluarga sakinah, mewadhah, warohmah bukan atas dasar harta pun rupa.
Kira-kira seperti itu makna tembang tadi. Ikatan tali kasih yang
seharusnya berdasar pada hati yang tak menggunakan kalkulasi. Angga,
penakut pun tak pintar tapi dia memiliki kesungguhan atas ketetapan
hatinya sendiri, mengapa kau ragu tetua?"
Tetua benar-benar terkejut karena Salma bisa membaca apa yang sedang
ada di pikirannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengambil Gambar
Aku sempatkan mengambil gambar sederhana pagi tadi. Sekedar rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Aku gunakan lensa canon 55 - 250mm pula ap...
-
Tubuh Dewi masih terlihat sangat letih, letih tubuh juga perasaan. Dewi masih enggan untuk menemui Arya. Selalu timbul perasaan malu jika t...
-
Segala kemampuan yang dimiliki Beng bukanlah berarti menjadikan sesuatunya bisa lebih mudah. Jantung Urip berdegub lebih kuat begitu meng...
-
Waktu dan ruang selalu setia memberi kesempatan kepada alam dan seisinya untuk larut dalam pencariannya masing-masing, mempersilahkan hidup ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar