Awal dari segala sesuatu sebelum sesuatu itu diadakan mungkin IDE. Aku tak menemukannya lagi sebelum ide, mungkin pahamku terbatas.
Ada ide murni, ide respon pun ide gabungan.
Ide murni , ide tanpa sebab.
Ide respon. Ide yang terlahir atas reaksi lingkungan.
Ide gabungan, ide yang terlahir atas penggabungan beberapa ide yang telah ada sehingga melahirkan ide baru.
Pertanyaan klasik, dari mana muasal ide rindu terhadap dia seorang kekasih.
Mungkinkah rindu terlahir akibat respon sensor indra. Tapi dari mana ide untuk melangkah hingga bertemu dia, jika sebelumnya bertemu pun tidak, apalagi sapaan.
Lalu terpikir apanya yang membuat jadi begitu menarik. Mengapa tidak yang lain yang lebih mungkin, dan jika mencoba yang lain yang ada hanya hambar. Kala bertanya pada hati dan perasaan, seolah ranah ini melibatkan Tuhan, sedang Tuhan (menurutku) bersifat mutlak.
Sama, sama seperti dia, aku juga tidak tahu kemana arah dan tujuan.
Ingin sekali membiarkan semua lekas berlalu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengambil Gambar
Aku sempatkan mengambil gambar sederhana pagi tadi. Sekedar rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Aku gunakan lensa canon 55 - 250mm pula ap...
-
Tubuh Dewi masih terlihat sangat letih, letih tubuh juga perasaan. Dewi masih enggan untuk menemui Arya. Selalu timbul perasaan malu jika t...
-
Segala kemampuan yang dimiliki Beng bukanlah berarti menjadikan sesuatunya bisa lebih mudah. Jantung Urip berdegub lebih kuat begitu meng...
-
Waktu dan ruang selalu setia memberi kesempatan kepada alam dan seisinya untuk larut dalam pencariannya masing-masing, mempersilahkan hidup ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar