"Kau terlihat kusut, tak berdaya, jauh dari pintar karena prosentase
hatimu lebih dominan daripada logika. Aku memahamimu karena semua
orang yang jatuh cinta maka hatinyalah yang akan lebih dominan
bekerja. Justru aku akan mempertanyakan cintamu ketika logikamu masih
dominan" Pram mencoba memberi angin pada Angga.
"Apa dia nanti akan pergi ketika mengetahui aku bodoh?" Angga
kehilangan percaya diri.
"Aku tak tahu, yang aku tahu perempuan mudah tertarik pada pria yang
mahir bicara atau pria kaya. Sedang yang diperlukan perempuan hanya
pria yang bisa mengerti dia, ketika segala gelisah di hatinya
menyelimuti maka pria itu diharap ada sebagai sandaran"
Angga mengangguk-angguk walau dia tak begitu mengerti dengan apa yang
dimaksud Pramana. Angga bingung tak tahu bagaimana seharusnya
bersikap. Yang ada hanya bayangan wajah dari kekasihnya. Angga tak
mengerti mengapa dia semakin tak yakin, sedang perasaan rindunya masih
membumbung tinggi. Ada rasa malu dihati kecil Angga ketika
membandingkan dirinya sendiri dengan kekasihnya itu. Bagi Angga
kekasihnya itu adalah perempuan yang melebihi batas harapan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengambil Gambar
Aku sempatkan mengambil gambar sederhana pagi tadi. Sekedar rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Aku gunakan lensa canon 55 - 250mm pula ap...
-
Tubuh Dewi masih terlihat sangat letih, letih tubuh juga perasaan. Dewi masih enggan untuk menemui Arya. Selalu timbul perasaan malu jika t...
-
Segala kemampuan yang dimiliki Beng bukanlah berarti menjadikan sesuatunya bisa lebih mudah. Jantung Urip berdegub lebih kuat begitu meng...
-
Waktu dan ruang selalu setia memberi kesempatan kepada alam dan seisinya untuk larut dalam pencariannya masing-masing, mempersilahkan hidup ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar