"Bukankah dia selalu kehilangan arti setiap didepan layar. Buruk,
lebih jahat dari sianida dan yang pasti sulit hilang.
Aku hampir bisa merasakan jika dia ingin menangis, tapi itu tak
mungkin dilakukan, akan aneh yang pasti ketika dia sampai menangis
untuk laki-laki yang bernama Urip kecuali dia sudah gila. Sudah pasti
pula menjadi semakin terasa menyakitkan ketika hubungannya dengan Urip
terdengar oleh yang lain. Perempuan itu masih waras kan?" setengah
tertawa bodoh datu Yana.
Gigi ompong kedua laki-laki tua menggambar setengah dari kejahilannya
masih ada tersisa.
Sejuk angin menerpa tubuh keduanya, sedang daun-daun bambu menari
memberi perasaan teduh kepada jiwa yang lelah.
"Dia memiliki rindu yang tak pernah dia bisa ungkap, hanya dia yang
tuhu seberapa makna Urip dalam hidupnya. Ketidakbermaknaanya Urip
justru memberi arti terhadap sesuatu yang dia hampir tak bisa urai.
Kekonyolan Urip menyadarkan keterlambatan dan kesunyiannya yang telah
makin mencengkeram ulu hatinya sendiri.
Bukankah kenyataan memaksa dia untuk memahami arti laki-laki bodoh
bagi hidupnya.
Dia memiliki rindu kepada seseorang yang hanya dia sendiri tahu dan
itu bukan Urip yang pasti. Urip hanya teman yang kebetulan duduk
bersebelahan dalam satu bus dengannya, menuju masing-masing tujuan.
Lalu apa itu berarti mereka bisa saling sepakat. Tidak ah.., yang
benar saja" sambung guru Wahab.
"Kamu ingat ujar orang Jawa, Trisno jalaran soko kulino, cinta karena
terbiasa man...." tawa datu pecah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengambil Gambar
Aku sempatkan mengambil gambar sederhana pagi tadi. Sekedar rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Aku gunakan lensa canon 55 - 250mm pula ap...
-
Tubuh Dewi masih terlihat sangat letih, letih tubuh juga perasaan. Dewi masih enggan untuk menemui Arya. Selalu timbul perasaan malu jika t...
-
Segala kemampuan yang dimiliki Beng bukanlah berarti menjadikan sesuatunya bisa lebih mudah. Jantung Urip berdegub lebih kuat begitu meng...
-
Waktu dan ruang selalu setia memberi kesempatan kepada alam dan seisinya untuk larut dalam pencariannya masing-masing, mempersilahkan hidup ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar