"Cinta adalah bahasa hati dan ketulusan merupakan salah satu contoh
bentuk komunikasi hati yang memberi dampak damai. Ketika logika
mengambil alih maka akan lahir banyak tuntutan yang menjadikan cinta
seperti siksa.
Kita hidup di tengah kondisi yang menuntut logika, sesuatu yang nyata,
bahkan jika mungkin serba instan, tentu akan terlalu sulit rasanya
menjadikan hati sebagai sebagai pilihan berprilaku" ujar Pram.
"Apa yang telah aku lakukan akan sia-sia?" Angga makin gelisah.
"Kau sendiri yang bisa menjawab" tegas Pram.
9.12.2013
Kehilangan Percaya Diri
"Kau terlihat kusut, tak berdaya, jauh dari pintar karena prosentase
hatimu lebih dominan daripada logika. Aku memahamimu karena semua
orang yang jatuh cinta maka hatinyalah yang akan lebih dominan
bekerja. Justru aku akan mempertanyakan cintamu ketika logikamu masih
dominan" Pram mencoba memberi angin pada Angga.
"Apa dia nanti akan pergi ketika mengetahui aku bodoh?" Angga
kehilangan percaya diri.
"Aku tak tahu, yang aku tahu perempuan mudah tertarik pada pria yang
mahir bicara atau pria kaya. Sedang yang diperlukan perempuan hanya
pria yang bisa mengerti dia, ketika segala gelisah di hatinya
menyelimuti maka pria itu diharap ada sebagai sandaran"
Angga mengangguk-angguk walau dia tak begitu mengerti dengan apa yang
dimaksud Pramana. Angga bingung tak tahu bagaimana seharusnya
bersikap. Yang ada hanya bayangan wajah dari kekasihnya. Angga tak
mengerti mengapa dia semakin tak yakin, sedang perasaan rindunya masih
membumbung tinggi. Ada rasa malu dihati kecil Angga ketika
membandingkan dirinya sendiri dengan kekasihnya itu. Bagi Angga
kekasihnya itu adalah perempuan yang melebihi batas harapan.
hatimu lebih dominan daripada logika. Aku memahamimu karena semua
orang yang jatuh cinta maka hatinyalah yang akan lebih dominan
bekerja. Justru aku akan mempertanyakan cintamu ketika logikamu masih
dominan" Pram mencoba memberi angin pada Angga.
"Apa dia nanti akan pergi ketika mengetahui aku bodoh?" Angga
kehilangan percaya diri.
"Aku tak tahu, yang aku tahu perempuan mudah tertarik pada pria yang
mahir bicara atau pria kaya. Sedang yang diperlukan perempuan hanya
pria yang bisa mengerti dia, ketika segala gelisah di hatinya
menyelimuti maka pria itu diharap ada sebagai sandaran"
Angga mengangguk-angguk walau dia tak begitu mengerti dengan apa yang
dimaksud Pramana. Angga bingung tak tahu bagaimana seharusnya
bersikap. Yang ada hanya bayangan wajah dari kekasihnya. Angga tak
mengerti mengapa dia semakin tak yakin, sedang perasaan rindunya masih
membumbung tinggi. Ada rasa malu dihati kecil Angga ketika
membandingkan dirinya sendiri dengan kekasihnya itu. Bagi Angga
kekasihnya itu adalah perempuan yang melebihi batas harapan.
9.11.2013
Angga
"Andai, andai hati, pikir, insting, ego kita pisahkan dari tubuh
manusia yang hidup dan keempatnya hanya kita fungsikan sebagai
variabel luar yang memberi stimulan sebelum aktivitas tubuh. Lalu
tubuh yang sudah tidak terisi oleh keempat variabel itu kita masukkan
Tuhan sebagai unsur dominan pada aktivitas tubuh yang hidup itu.
Kira-kira kau sudah akan memiliki ilustrasi seperti apa kehidupan
berjalan. Tentu hampa, karena tubuh yang hidup itu hanya memiliki
dominasi kesadaran tunggal yang selalu tahu dan benar. Karena kita
asumsi Tuhan maha tahu dan benar. Jika sesuatu sudah tahu untuk apa
diketahui lagi dan jika sudah benar untuk apa dibenarkan lagi. Tentu
tak perlu ada lagi upaya.
Sekarang jika kita turunkan dominasi Tuhan 25 persen dan sebagai ganti
kita masukkan variabel insting maka kita akan tampak seperti bayi yang
baru lahir. Kemudian kita kurangi lagi dominasi Tuhan 25 persen lagi
lalu kita ganti dengan variabel hati maka hasilnya akan masih bayi
juga, dengan tambahan kemampuan tangis dan tawa. Lagi kita kurangi 25
persen lagi dominasi Tuhan dan kita memasukkan variabel ego kemudian
sisinya variabel pikir.
Sudah barang tentu seratus persen Tuhan lenyap dan tergantikan oleh
pembangkangan yang kompak.
Itu barangkali yang menjadikan manusia kehilangan perjanjian nasib
yang telah disepakati dengan Tuhan. Sehingga manusia tak tahu lagi
nasib mereka.
Kau mencintai kekasihmu hanya sedikit gambaran nafsu, apa yang kau
pikirkan hanya sangka. Hidup telah berjalan sesuai alur kebenarannya,
pun ketika kau bertemu seseorang termasuk kekasihmu itu sebenarnya
sudah sesuai dengan kesepakatan" ujar Pram.
"Kau ini ngomong apa? Tuhan, variabel, persen. Aku ndak mudeng, ndak
ngerti Pram" jawab Angga.
Pramana tersenyum kecut mengetahui dia telah salah bicara dengan Angga.
"Yang jelas aku pusing, bukan hanya setahun aku mengenal dia tapi...
ah...., ibaratnya tu ya, digigit terlalu alot dibuang sayang, maka
hampir siang dan malam aku selalu ingat dia" lanjut Angga.
"Kamu kelihatanya pinter tapi taunya blo'on juga ya. Ga, Angga!" Pram
asal ngomong.
Angga memang bukan orang yang cerdas sehingga dia tak tahu apa itu
romantis, dia tak bisa menterjemahkan bahasa cintanya sedemikian rupa,
tak bisa berlaku yang bisa membuat jantung perempuan berdebar.
"Kadang aku heran, bagaimana perempuan yang begitu sempurnanya bisa
berkomunikasi hingga sejauh ini denganmu?" tanya Pram.
"Aku juga nggak tahu" jawab Angga polos.
Kebodohan Angga barangkali merupakan hal yang tidak dimiliki perempuan
itu, kerena seseorang bisa tidak sadar memiliki kecenderungan suka
terhadap yang tidak dimiliki.
Pun romantis yang selalu menjadi pemujaan, seseorang telah lupa bahwa
dirinya sendiri adalah wujud romantis, lalu bagaimana mungkin dia
mendapat hal romantis sedang romantis itu dia sendiri. Sungguh tak
pernah ada matahari kembar, satu subjek satu objek.
"Dia marah waktu aku mencium pipi kirinya dan aku mengatakan bahwa aku
mencintainya" wajah Angga terlihat gamang.
"Ga, untuk mendapatkan kekasih kau harus siap lalu memilih, pun dia
juga memilihmu, kesempatan yang hanya sekali berlaku.
Setelah itu hubungan emosional akan terasa antara kau dan dia.
Percintaan dewasa sudah barang tentu berbeda dengan anak-anak
tergantung kecerdasan seseorang, tinggal bagaimana kau dan dia
bermain. Semua, apapun itu hanya permainan demi memuaskan rasa yang
tak selalu termiliki"
manusia yang hidup dan keempatnya hanya kita fungsikan sebagai
variabel luar yang memberi stimulan sebelum aktivitas tubuh. Lalu
tubuh yang sudah tidak terisi oleh keempat variabel itu kita masukkan
Tuhan sebagai unsur dominan pada aktivitas tubuh yang hidup itu.
Kira-kira kau sudah akan memiliki ilustrasi seperti apa kehidupan
berjalan. Tentu hampa, karena tubuh yang hidup itu hanya memiliki
dominasi kesadaran tunggal yang selalu tahu dan benar. Karena kita
asumsi Tuhan maha tahu dan benar. Jika sesuatu sudah tahu untuk apa
diketahui lagi dan jika sudah benar untuk apa dibenarkan lagi. Tentu
tak perlu ada lagi upaya.
Sekarang jika kita turunkan dominasi Tuhan 25 persen dan sebagai ganti
kita masukkan variabel insting maka kita akan tampak seperti bayi yang
baru lahir. Kemudian kita kurangi lagi dominasi Tuhan 25 persen lagi
lalu kita ganti dengan variabel hati maka hasilnya akan masih bayi
juga, dengan tambahan kemampuan tangis dan tawa. Lagi kita kurangi 25
persen lagi dominasi Tuhan dan kita memasukkan variabel ego kemudian
sisinya variabel pikir.
Sudah barang tentu seratus persen Tuhan lenyap dan tergantikan oleh
pembangkangan yang kompak.
Itu barangkali yang menjadikan manusia kehilangan perjanjian nasib
yang telah disepakati dengan Tuhan. Sehingga manusia tak tahu lagi
nasib mereka.
Kau mencintai kekasihmu hanya sedikit gambaran nafsu, apa yang kau
pikirkan hanya sangka. Hidup telah berjalan sesuai alur kebenarannya,
pun ketika kau bertemu seseorang termasuk kekasihmu itu sebenarnya
sudah sesuai dengan kesepakatan" ujar Pram.
"Kau ini ngomong apa? Tuhan, variabel, persen. Aku ndak mudeng, ndak
ngerti Pram" jawab Angga.
Pramana tersenyum kecut mengetahui dia telah salah bicara dengan Angga.
"Yang jelas aku pusing, bukan hanya setahun aku mengenal dia tapi...
ah...., ibaratnya tu ya, digigit terlalu alot dibuang sayang, maka
hampir siang dan malam aku selalu ingat dia" lanjut Angga.
"Kamu kelihatanya pinter tapi taunya blo'on juga ya. Ga, Angga!" Pram
asal ngomong.
Angga memang bukan orang yang cerdas sehingga dia tak tahu apa itu
romantis, dia tak bisa menterjemahkan bahasa cintanya sedemikian rupa,
tak bisa berlaku yang bisa membuat jantung perempuan berdebar.
"Kadang aku heran, bagaimana perempuan yang begitu sempurnanya bisa
berkomunikasi hingga sejauh ini denganmu?" tanya Pram.
"Aku juga nggak tahu" jawab Angga polos.
Kebodohan Angga barangkali merupakan hal yang tidak dimiliki perempuan
itu, kerena seseorang bisa tidak sadar memiliki kecenderungan suka
terhadap yang tidak dimiliki.
Pun romantis yang selalu menjadi pemujaan, seseorang telah lupa bahwa
dirinya sendiri adalah wujud romantis, lalu bagaimana mungkin dia
mendapat hal romantis sedang romantis itu dia sendiri. Sungguh tak
pernah ada matahari kembar, satu subjek satu objek.
"Dia marah waktu aku mencium pipi kirinya dan aku mengatakan bahwa aku
mencintainya" wajah Angga terlihat gamang.
"Ga, untuk mendapatkan kekasih kau harus siap lalu memilih, pun dia
juga memilihmu, kesempatan yang hanya sekali berlaku.
Setelah itu hubungan emosional akan terasa antara kau dan dia.
Percintaan dewasa sudah barang tentu berbeda dengan anak-anak
tergantung kecerdasan seseorang, tinggal bagaimana kau dan dia
bermain. Semua, apapun itu hanya permainan demi memuaskan rasa yang
tak selalu termiliki"
9.08.2013
Telah Larut
"Mungkin aku tak pernah bisa mengakhiri, terlalu sering sudah aku
mencoba untuk terus berlalu namun rasanya seperti ada yang hilang, aku
tak terbiasa" ujar Angga .
"Barangkali usiamu yang sudah lebih menuntut pada pencarian bahagia
secara nyata dan bukan sekedar kata dari susunan kalimat, dan
kebetulan cinta yang mampu memberi arti bahagia bagimu, mungkin orang
lain kata bahagia bisa memiliki makna dengan bertemu kaum papa atau
apa sajalah.
Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa dirinya telah jenuh dengan
kesenangan dan ingin meninggikan pencarian atas kelegaannya.
Ini yang melandasi mengapa manusia dikatakan sebagai makluk sosial.
Jika kesenangan lebih memiliki arti pencapaian yang bersifat individu,
seperti nilai atas kemenangan, pencapaian materi dan bisa dicapai
tanpa melibatkan individu lain.
Sedang bahagia lebih memiliki makna hati, bukan sekedar materi.
Bahagia hanya bisa kau temukan ketika hatimu menemukan warna hati dari
pribadi lain, kalah atau menang, miskin atau kaya bukan itu sebagai
ukuran, hatimu memiliki ukuran sendiri untuk menentukan harmonisasinya
dengan emosi dari pribadi lain. Bahagia lebih memiliki arti emosinal"
jawab Pram.
"Ah, sok tahu!" Angga ketus.
"Trus?... Nah begini saja, ntar aku akan minta pada Nungkai begitu
kita menemukannya, tentu untuk memintanya mengambilkan kekasihmu
itu?... begitu kau mulai lelap maka kekasihmu sudah akan ada untuk
memelukmu dan kau akan balas mendekapnya, lalu sempurnalah hidupmu
dalam kedamaian yang tak terbayang, syurga jatuh di bumi, diatas
ranjangmu" tak mau kalah Pram meledek Angga.
Tak terasa keduanya telah sampai di penginapan. Setelah dirasa posisi
parkir sudah benar Angga segera mematikan mesin lalu bergegas turun
untuk membantu Pram menurunkan kursi rodanya. Malam sudah terlalu
larut gerimis masih tersisa.
mencoba untuk terus berlalu namun rasanya seperti ada yang hilang, aku
tak terbiasa" ujar Angga .
"Barangkali usiamu yang sudah lebih menuntut pada pencarian bahagia
secara nyata dan bukan sekedar kata dari susunan kalimat, dan
kebetulan cinta yang mampu memberi arti bahagia bagimu, mungkin orang
lain kata bahagia bisa memiliki makna dengan bertemu kaum papa atau
apa sajalah.
Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa dirinya telah jenuh dengan
kesenangan dan ingin meninggikan pencarian atas kelegaannya.
Ini yang melandasi mengapa manusia dikatakan sebagai makluk sosial.
Jika kesenangan lebih memiliki arti pencapaian yang bersifat individu,
seperti nilai atas kemenangan, pencapaian materi dan bisa dicapai
tanpa melibatkan individu lain.
Sedang bahagia lebih memiliki makna hati, bukan sekedar materi.
Bahagia hanya bisa kau temukan ketika hatimu menemukan warna hati dari
pribadi lain, kalah atau menang, miskin atau kaya bukan itu sebagai
ukuran, hatimu memiliki ukuran sendiri untuk menentukan harmonisasinya
dengan emosi dari pribadi lain. Bahagia lebih memiliki arti emosinal"
jawab Pram.
"Ah, sok tahu!" Angga ketus.
"Trus?... Nah begini saja, ntar aku akan minta pada Nungkai begitu
kita menemukannya, tentu untuk memintanya mengambilkan kekasihmu
itu?... begitu kau mulai lelap maka kekasihmu sudah akan ada untuk
memelukmu dan kau akan balas mendekapnya, lalu sempurnalah hidupmu
dalam kedamaian yang tak terbayang, syurga jatuh di bumi, diatas
ranjangmu" tak mau kalah Pram meledek Angga.
Tak terasa keduanya telah sampai di penginapan. Setelah dirasa posisi
parkir sudah benar Angga segera mematikan mesin lalu bergegas turun
untuk membantu Pram menurunkan kursi rodanya. Malam sudah terlalu
larut gerimis masih tersisa.
Tak Sampai
Ketika cinta di hati sudah tak lagi terkendali maka hati seolah bukan
kesatuan dari tubuh, hati seolah berdiri sendiri dan menjadi parasit
yang menjajah kehidupan pemilik hati itu sendiri. Tak beda dengan
pikir yang kadang begal, tak mau dihentikan untuk menyusun
kemungkinan.
Dua hal yang seharusnya bisa dikendalikan namun justru mengendalikan,
tapi jika diandai hidup tanpa kenakalan hati dan pikir maka aku rasa
hidup akan sepi tanpa mimpi liar, tanpa harapan yang bisa membuka
kemungkinan peradaban baru.
Setiap ketidaksampaianlah yang menjadikan manusia tetap memiliki
optimis terhadap perubahan dan kesampaianlah yang memberi rasa kenyang
pada hati dan pikir walau setelah itu akan datang lagi rasa lapar,
lagi dan lagi.
Apa itu nafsu? Yang aku tahu hati dan pikir telah mampu memberi
harmoni pada makluk cerdas dalam berinteraksi dengan warnanya yang
apik.
Dan kau adalah ketidaksampaianku yang menjadikan hati dan pikirku tetap gairah.
kesatuan dari tubuh, hati seolah berdiri sendiri dan menjadi parasit
yang menjajah kehidupan pemilik hati itu sendiri. Tak beda dengan
pikir yang kadang begal, tak mau dihentikan untuk menyusun
kemungkinan.
Dua hal yang seharusnya bisa dikendalikan namun justru mengendalikan,
tapi jika diandai hidup tanpa kenakalan hati dan pikir maka aku rasa
hidup akan sepi tanpa mimpi liar, tanpa harapan yang bisa membuka
kemungkinan peradaban baru.
Setiap ketidaksampaianlah yang menjadikan manusia tetap memiliki
optimis terhadap perubahan dan kesampaianlah yang memberi rasa kenyang
pada hati dan pikir walau setelah itu akan datang lagi rasa lapar,
lagi dan lagi.
Apa itu nafsu? Yang aku tahu hati dan pikir telah mampu memberi
harmoni pada makluk cerdas dalam berinteraksi dengan warnanya yang
apik.
Dan kau adalah ketidaksampaianku yang menjadikan hati dan pikirku tetap gairah.
9.05.2013
Hati
Jika seseorang telah penuh ruang di hatinya oleh sesuatu maka tak akan
lagi seseorang tersebut bisa memberi ruang di hatinya pada sesuatu
yang lainnya lagi. Itu akan nampak dari cara seseorang tersebut
berprilaku. Maka seseorang tersebut akan memiliki kecenderungan
prilaku berbeda dari kewajaran sosial, sekalipun akal waras seseorang
tersebut mengatakan bahwa yang dilakukan itu hal salah, tetap saja tak
kuasa kendali tubuh menolak.
Hati yang benci, cinta, iri, sakit atau apa saja dari kondisi hati
sering menuntun manusia pada prilaku sosial yang terasa tanpa kontrol.
Bagaimana seseorang melakukan hal dengan kontrol yang baik sedang
seseorang tersebut hatinya telah tertutupi penuh dengan cinta, iri,
sakit atau benci pada keyakinan, kelompok, individu atau materi.
Hati lebih dominan memberi dorongan pada prilaku manusia.
Tak aku meninggalkanmu pun tak jua kau meninggalkanku kecuali kau pun
aku berusaha menerangi hati dengan logika, walau hal itu telah berapa
kali dicoba dan selalu berakhir sama, gagal.
Sebelum bibirmu mengucap kalimat maka hatimu telah mendahului sapa.
Lalu bagaimana mungkin aku mendustakan hatiku yang tersapa.
Hatiku telah kuberikan semua untukmu, tentu tak bisa lagi aku memberi
untuk yang lain kecuali kau patahkan hatiku sehingga aku bisa
mengambil kembali sebagian dari patahan itu dan kuberikan pada yang
lain.
Pun hatimu, kecuali patah.
lagi seseorang tersebut bisa memberi ruang di hatinya pada sesuatu
yang lainnya lagi. Itu akan nampak dari cara seseorang tersebut
berprilaku. Maka seseorang tersebut akan memiliki kecenderungan
prilaku berbeda dari kewajaran sosial, sekalipun akal waras seseorang
tersebut mengatakan bahwa yang dilakukan itu hal salah, tetap saja tak
kuasa kendali tubuh menolak.
Hati yang benci, cinta, iri, sakit atau apa saja dari kondisi hati
sering menuntun manusia pada prilaku sosial yang terasa tanpa kontrol.
Bagaimana seseorang melakukan hal dengan kontrol yang baik sedang
seseorang tersebut hatinya telah tertutupi penuh dengan cinta, iri,
sakit atau benci pada keyakinan, kelompok, individu atau materi.
Hati lebih dominan memberi dorongan pada prilaku manusia.
Tak aku meninggalkanmu pun tak jua kau meninggalkanku kecuali kau pun
aku berusaha menerangi hati dengan logika, walau hal itu telah berapa
kali dicoba dan selalu berakhir sama, gagal.
Sebelum bibirmu mengucap kalimat maka hatimu telah mendahului sapa.
Lalu bagaimana mungkin aku mendustakan hatiku yang tersapa.
Hatiku telah kuberikan semua untukmu, tentu tak bisa lagi aku memberi
untuk yang lain kecuali kau patahkan hatiku sehingga aku bisa
mengambil kembali sebagian dari patahan itu dan kuberikan pada yang
lain.
Pun hatimu, kecuali patah.
Salam
Terkadang aku sangat membenci logika dan lebih percaya jika ada
banyak hal yang memaksa akal cerdas untuk tidak lagi turut campur.
Di waktu yang berbeda aku berfikir jika setiap kejadian berlaku secara
acak sehingga hidup terasa seperti rangkaian kesalahan yang terus
menerus.
Barangkali kesalahan jika aku sadar telah sangat mengharap kau ada dan
hampir tak bisa lagi melupa.
Salah. Barangkali aku salah.
Sedang aku benar-benar bisa merasa bahwa ada yang terjalin di hati.
banyak hal yang memaksa akal cerdas untuk tidak lagi turut campur.
Di waktu yang berbeda aku berfikir jika setiap kejadian berlaku secara
acak sehingga hidup terasa seperti rangkaian kesalahan yang terus
menerus.
Barangkali kesalahan jika aku sadar telah sangat mengharap kau ada dan
hampir tak bisa lagi melupa.
Salah. Barangkali aku salah.
Sedang aku benar-benar bisa merasa bahwa ada yang terjalin di hati.
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengambil Gambar
Aku sempatkan mengambil gambar sederhana pagi tadi. Sekedar rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Aku gunakan lensa canon 55 - 250mm pula ap...
-
Tubuh Dewi masih terlihat sangat letih, letih tubuh juga perasaan. Dewi masih enggan untuk menemui Arya. Selalu timbul perasaan malu jika t...
-
Waktu dan ruang selalu setia memberi kesempatan kepada alam dan seisinya untuk larut dalam pencariannya masing-masing, mempersilahkan hidup ...
-
Segala kemampuan yang dimiliki Beng bukanlah berarti menjadikan sesuatunya bisa lebih mudah. Jantung Urip berdegub lebih kuat begitu meng...