9.19.2015

Rasa Itu Masih

Mengapa waktu seolah tidak mau bergerak, mengapa masalalu masih tetap tak mau berlalu, mengapa orang yang aku benci masih saja memenuhi ruang ingatan.
Dimah merasa bodoh sedang dia telah begitu tekun mengasah kecerdasan, Dimah masih tak percaya kalau orang  yang sejak awal dia abaikan justru hingga detik ini masih tak mau beranjak dari ingatannya yang bahkan selalu lebih awal mengisi dari setiap kesendiriannya.
Entah  mengapa ucapan Kojin terasa seperti menyindir, sedang rasanya dari awal perbincangan tak satu kamimatpun yang keluar dari mulut kojin ada tanda untuk sindir.
Rupanya terlambat Kojin  sadar jika suasana telah berubah
"Ada yang salah dengan ucapanku" tanya Kojin dengan ragu.
Dimah tak menjawab dan hanya berpaling muka. Sesaat suasana menjadi hening hingga kemudian Dimah berlalu meninggalkan rasa bersalah kojin tanpa mendapat jawab.

Hati perempuan tak pernah bisa Kojin pahami. Mungkin hampir semua laki-laki tak pernah mengerti hati perempuan. Atau sebenarnya hati memang tak akan pernah bisa di mengerti karena mengerti milik logika bukan milik hati. Hati hanya terasa ada memiliki rasa juga suasana, bukan penyampaian yang logis agar dibenarkan, hati tak pernah meminta persetujuan untuk benar atau salah.

Kojin terdiam dengan segumpal sesal
"Ah..."

8.16.2015

Dimah

"Terkadang kita suka mencabik hati kita sendiri, barangkali karena ada sensasi sakit, tapi bukanlah benar-benar karena sakitnya itu. Ada sesuatu yang benar-benar harus diisi, disentuh atau meminta pengakuan, bahwa hati memang ada dengan benar dan memiliki peran besar dalam hidup manusia.
Terkadang pertanyaan dalam hidup yang memiliki jawaban seolah merupakan  bentuk kesempurnaan dan memiliki bentuk  kebahagian. Setiap setelah memecah persoalan  seolah selesai.
Bukan. Kau tidak akan pernah puas, tidak akan pernah mendapat apapun kecuali seperti rasa lapar yang selalu datang setiap sesaat setelah kau makan.
Urip ingkar dari hatinya, untuk apa?" ujar Kojin.
Sesaat Dimah terdiam berusaha mencerna ucapan Kojin. Dimah merasa jika dirinya juga tak beda dengan Urip yang tak lagi mampu berbuat lebih untuk hatinya sendiri. Dimah tak lagi pernah bisa berbagi ruang dengan orang yang dia sebut kekasih dan parahnya lagi Dimah tak pernah tahu kemana arah yang harus dipilih.
"Mengisi hati dengan luka?"

 

8.05.2015

Urip



Satu beri  +  satu beri = dua beri
Satu beri  +  dua nanas  = tiga buah  
Satu beri  :  dua nanas    = satu nanas dapat setengah beri
Satu ber i  x  dua nanas  = ?
                                     = mungkin gado-gado  yang gak pedas atau rujak ulek

Ketika sesuatu masih masuk dalam kecukupan analisa yang memiliki tahapan  logis maka seseorang masih bisa menyusun teori yang akan mudah untuk diiyakan oleh yang lain. Bahkan ketika kombinasi   telah memiliki ketetapan yang lebih stabil maka akan didapat rumus.
Setiap pertanyaan akan memiliki sisi lain yang di sebut jawaban dan ketika kau sudah memiliki jawaban maka kau tidak lagi memiliki pertanyaan, pula kau hanya bisa memastikan bahwa pertanyaan yang telah lalu benar-benar setara dengan jawaban yang kau dapat dan telah memiliki ketetapan yang stabil. Tidak lagi memiliki bobot yang berarti seperti yang lalu, ketika kau belum mendapat jawaban.
Seniman mengatakan bahwa hidup itu seni, bagi kaum agama maka hidup akan tak bisa lepas dari agama pun ketika seseorang  yang mendalami fisika maka dunia dan seisinya tak akan bisa lepas dari fisika. Terserah orang memandang. 

Kita pernah  mengajukan pertanyaan yang rasanya akan sangat sulit untuk diberi jawaban logis, kalimat tak akan mewakili kesetaraan atas jawaban. Kita telah memiliki jawaban itu, tapi cukup hanya tahu, hati sangat tahu. Lalu mengapa logika kita menolak untuk sepakat kemudian turut mengatakan “ya
Setiap pertanyaan memiliki jawaban dan kita telah.

7.13.2015

Kau

Ah... kau

"Kelemahan pemikir malah pemikir itu tak tidak pernah sadar jika hukum alam yang menyatakan jika tangan kanan makin besar maka tangan kiri akan setara besarnya yang dia sendiri rumuskan itu jua berlaku pada dirinya. Urip pemikir, dia memikirkan apa yang di kehidupan hati juga perasaan namun Urip tak pernah sadar jika semakin banyak yang dia ketahui maka semakin banyak pula yang dia makin tidak ketahui.
Dulu kita sering mendengar kisah seorang nabi yang melakukan hijrah dari kota Mekah menuju ke kota Madinah. Sedikit ingatan pada masa belajar dan coba kita kaitkan kedalam kehidupan nyata yang berlaku pada masa sekarang, bisakah hijrah juga membawa perubahan besar seperti yang nabi pernah dapat pada waktu itu.
Sibuk mengurai hati juga penalaran yang entah akan sampai kemana ujung. Berusaha menggunakan logika cerdas untuk mengurai setiap yang terasa menjadi kalimat yang mudah dicerna hingga bisa disampaikan kepada yang lain atau sekedar tahu semata. Itu yang Urip pernah lakukan dan aku ketahui.

Aku dengar Urip mencoba memahami asumsi semakin tinggi pengetahuan setara pula dengan semakin tinggi ketidak tahuan seseorang.
Bulan-bulan terakhir Urip bekerja siang malam memutar apa saja yang bisa menghasilkan uang. Masuk kesetiap toko menawarkan apa yang bisa dia pasok, hutang menggunung, tagihan tak terbendung jauh diatas kemampuannya menghimpit tubuhnya yang kurus. berangkat dari rumah jam dua malam pulangnya esok jam dua belas malam. tujuhpuluh persen hidup diatas mobil. Urip menghancurkan dirinya sendiri. Untuk apa?
Yang aku dengar untuk melupa kekasihnya tapi aku tidak begitu yakin. Urip memahami banyak teori, tentu dia tahu jika dia berusaha melupa maka dia akan mendapat ingat. 
Merubah pola, barangkali Urip merubah penggunaan energi yang biasanya dihabiskan untuk pemikiran juga perasaan dan sekarang sebagian besar energinya bihabiskan untuk tindakan.
Barangkali Urip abai kalkulasi matematis dalam bertindak, terlihat dari besarnya hutang yang jelas diluar kemampuannya.
Baik begitu barangkali, semakin tidak mampu barangkali akan setara dengan semakin mampu" Ujar Kojin.

Sedang bulan sabit diatas kepala pun bulan ramadhan di hari ke 26 menebar kusyu' di hati setiap muslim muslimah.
Dimah hanya tahu jika hidup merupakan fungsi dan Urip telah mengambil fungsi seperti halnya yang lain yang telah berusaha memiliki manfaat untuk kehidupan. Barangkali Urip telah mencoba alih perjalanan dari kehidupan ritual dan mantra menuju kehidupan nyata walau sangat jelas dia akan semakin merasa apa yang kekasihnya rasakan.
"Ah... aku yakin jika nadi Urip menyimpan ingatan..."

2.17.2015

Lupa Sesaat

Bagaimana melupa, sedang seseorang telah benar mengalami sendiri suatu kejadian. Maka setiap kejadian telah terserap dalam ingatan oleh mata bukan oleh telinga. Jika sekedar cerita yang didengar barangkali terhalat jam saja sudah lupa, tapi jika sesuatu itu telah melibatkan kehidupanmu yang matamu telah menyaksikan sendiri apalagi telah menguras emosi, ah... bagaimana cara melupa.

Terakhir ini ada kejadian yang menyita seluruh energi. aku mengajukan pinjaman ke perbankan, kemudian mengambil dua unit mobil sekaligus, sedang ekonomi tahun-tahun terakhir sangat merosot, sektor produksi melemah akibat permintaan pasar sangat rendah, demi ketahanan para kompetetor gila-gilaan banting harga.
Prilaku politik para elit juga pengaruh harga minyak dunia sangat berdampak, semua pengusaha berteriak.
Aku juga sekarat, tertekan oleh tagihan yang jauh diluar kapasitas yang seharusnya. secara teori jika seseorang tertekan maka seseorang tersebut akan mengeluarkan apa saja yang dimiliki untuk pertahanan diri, pun sadarku mengatakan ini tindakan konyol, memancing kemampuan bawah sadar yang belum tentu mampu menyelesaikan masalah yang telah aku buat sendiri.
Sederhana, jika kau tak berani mengambil resiko maka jangan berharap lebih. Sesuatu yang luar biasa memerlukan tindakan luar biasa.
Energi terkuras dekat dengan habis, teralih perhatian. Aku mengira telah sangat dekat untuk melupa semua hal, tentang kebersamaanku denganmu. Tidak, sama sekali bukan, kalau sesaat ya.
Terkadang aku menghitung, apa yang menarik sehingga aku demikian gila.

Barangkali karena aku tak akan pernah menemukan yang sepertimu, kau hanya kau tak akan pernah sama dengan yang lain. Bukan karena kau telah melebihi ekspektasi dari yang seharusnya pria kehendaki, tapi karena aku telah terlalu jauh masuk kedalam apa yang sedang kau rasakan dari setiap hela hembus nafasmu. Setiap lemah, kalah, tegar, kokoh, menang, benci, sunyi, semua...
Aku tak bisa memutus rasa.

2.10.2015

Lelah

"Bahkan sekarang yang kau tulis sangat jauh dari kehidupanmu, kau dalam kehidupan nyata sangat ringan melempar joke, kau suka bercanda, tawa sering lepas begitu saja.
Lelahmu sangat nampak di setiap apa yang kau tulis.
Hidup bukan lagi pilihan, itu yang sangat jelas nampak dari setiap kalimat, refleksi dari lelah yang tersimpan dan tak pernah kau bisa sampaikan.
Kemana nasib membawa?" ujar Urip sambil bersandar melepas lelahnya sendiri.
Urip terdiam, dia sendiri juga tampak lelah, entah apa beban yang di bawa dalam hidupnya.
Urip membuang pandang ketika rindu pulang telah mengisi seluruh perasaanya. Pulang itu adalah masa kecil, dimana beban tak pernah ada, hanya bahagia memenuhi mata, ketika senja telah tiba maka bunda sudah mendekap dengan sayangnya.
Urip ingin pulang tapi kemana.



 

Mengambil Gambar

Aku sempatkan mengambil gambar sederhana  pagi tadi. Sekedar rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Aku gunakan lensa canon 55 - 250mm pula ap...