Guru Wahab pun datu Yana bingung mendengar, jelas ada pemaksaan
kalimat dari penjawaban. Datu pun guru mengerenyitkan dahi berusaha
menerka apa yang ada dalam pikiranku, keduanya merasa jika hanya
tubuhku yang ada diantara mereka sedang hatiku tidak. Mereka mulai
sadar jika kesadaranku telah berada jauh dari tubuhku.
Tak beda aku juga sadar atas tatapan mereka berdua, tampak sekali ada
keterkejutan atas jawabanku tadi.
Benar memang, yang ada di kepalaku hanya dia, kekasihku. Aku hanya
bisa mengingat senyum kekasihku, tak lagi mengetahui apa yang mereka
berdua debatkan.
Barangkali seperti sangkamu jika aku terlalu bodoh, karena ketika
sedang berada diantara dua tokoh tua, aku justru sibuk memandang wajah
kekasihku yang aku download dan simpan dari situs miliknya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengambil Gambar
Aku sempatkan mengambil gambar sederhana pagi tadi. Sekedar rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Aku gunakan lensa canon 55 - 250mm pula ap...
-
Tubuh Dewi masih terlihat sangat letih, letih tubuh juga perasaan. Dewi masih enggan untuk menemui Arya. Selalu timbul perasaan malu jika t...
-
Waktu dan ruang selalu setia memberi kesempatan kepada alam dan seisinya untuk larut dalam pencariannya masing-masing, mempersilahkan hidup ...
-
Angga mendengar apa yang tetua ucap tapi ucapan tetua sama sekali tak bisa dipahami. Pun tetua sangat mengerti itu, maka senyum tetua cukup...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar