Sarafku seperti terputus, aku hampir tak mampu lagi bicara. Benarkah
aku sudah berubah, menjadi apa aku.
Mungkin menjadi seperti sangkamu atau mungkin lebih buruk.
Terkadang aku hampir bisa merasakan jika aku tanpamu, yang pasti aku
akan jauh lebih buruk.
Waktu terus berlalu mengantarkan aku dengan tanpa pernah bisa
menghapus wajahmu, kau selalu ada di ketika aku ragu, takut atau
ketika sendiri, ketika aku tak lagi bisa menyusun kata.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengambil Gambar
Aku sempatkan mengambil gambar sederhana pagi tadi. Sekedar rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Aku gunakan lensa canon 55 - 250mm pula ap...
-
Tubuh Dewi masih terlihat sangat letih, letih tubuh juga perasaan. Dewi masih enggan untuk menemui Arya. Selalu timbul perasaan malu jika t...
-
Aku mencoba melupakan semua. Mengalihkan pandangan pada hamparan luas kebun jagung yang hijau, terasa damai, alam begitu santun, aroma ladan...
-
Banjarmasin, 28 Sya’ban 1433 H Malam itu kaum agamis berkumpul, ada beberapa tokoh tauhid dan tasawuf juga beberapa santri dari Abah Wa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar