"Dan kita hanya memiliki ruang di hati untuk berbagi, pula logika yang
menolak dengan berbagai alasan atas azas kepatutan dari yang kita
telah pahami.
Terkadang aku sangat ingin melihat kau menagis bahagia dengan yang lain.
Sedang aku rasanya akan sulit menghapusmu dan mungkin akan membawa
semua tentangmu sampai masa tidur panjang yang gelap itu tiba.
Kasih, aku merindu pada apa yang aku tak pernah tahu dan itu semua tentangmu"
Urip membiarkan angin yang kencang menerbangkan semua kertas sket yang
tadi dibawanya. Membiarkan apa saja berlaku tanpa perlu hirau.
Setidaknya itu bisa mewakili semua gelisah tetang kekasihnya, drama
yang makin tergilas oleh waktu.
5.08.2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengambil Gambar
Aku sempatkan mengambil gambar sederhana pagi tadi. Sekedar rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Aku gunakan lensa canon 55 - 250mm pula ap...
-
Tubuh Dewi masih terlihat sangat letih, letih tubuh juga perasaan. Dewi masih enggan untuk menemui Arya. Selalu timbul perasaan malu jika t...
-
Aku mencoba melupakan semua. Mengalihkan pandangan pada hamparan luas kebun jagung yang hijau, terasa damai, alam begitu santun, aroma ladan...
-
Banjarmasin, 28 Sya’ban 1433 H Malam itu kaum agamis berkumpul, ada beberapa tokoh tauhid dan tasawuf juga beberapa santri dari Abah Wa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar