Berapa lagi waktu yang harus terlalui. Sedang hampir disetiap malam
hati menguasai kesadaran tubuh, pikiran tunduk, tertumpah demi
kekasih. Kau.
Jika aku sedang waras, sadar maka rentang jarak beribu kilometer
terasa sudah cukup menyurutkan semua bayangan tentang kau. Tapi waras
itu tak pernah lama.
Ah... Selalu hati, aku hidup dengan tekuasai hati, bukan pikiran
waras. Pun setiap aku tanya pada hati tentang kau, mengapa harus kau,
tidakkah ada yang lain? Maka aku tak pernah mendapat jawaban kecuali
justru melihat kau dari jendela untuk memastikan bahwa kau masih ada,
kemudian pilihan mengetikkan kalimat menjadi pelepas segala muatan di
hati.
Aku tak bisa berpikir lagi jika itu tentang kau.
Langit malam penuh bintang yang terlihat terang dan disini sepi
sekali, orang-orang sudah terlelap namun tidak untuk aku.
Terpikir, kapan kau bisa berlalu, tidakkah kau bisa menyakiti hatiku.
Ya, aku berharap kau bisa hancurkan hatiku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengambil Gambar
Aku sempatkan mengambil gambar sederhana pagi tadi. Sekedar rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Aku gunakan lensa canon 55 - 250mm pula ap...
-
Tubuh Dewi masih terlihat sangat letih, letih tubuh juga perasaan. Dewi masih enggan untuk menemui Arya. Selalu timbul perasaan malu jika t...
-
Waktu dan ruang selalu setia memberi kesempatan kepada alam dan seisinya untuk larut dalam pencariannya masing-masing, mempersilahkan hidup ...
-
Angga mendengar apa yang tetua ucap tapi ucapan tetua sama sekali tak bisa dipahami. Pun tetua sangat mengerti itu, maka senyum tetua cukup...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar