Mungkin aku dibutakan, tapi setidaknya dengan jelas sungguh aku telah
melihat apa kegelisahannya yang mendasar, setidaknya aku telah tahu
kecerdasannya tak mampu menterjemahkan bisik hatinya sendiri.
Mungkin dia alpa jika akademis juga tak pernah mampu menyatakan apa yang dicari.
Mungkin kata maafku tak setara dengan kalimat "bagaimana aku memahamimu"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengambil Gambar
Aku sempatkan mengambil gambar sederhana pagi tadi. Sekedar rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Aku gunakan lensa canon 55 - 250mm pula ap...
-
Tubuh Dewi masih terlihat sangat letih, letih tubuh juga perasaan. Dewi masih enggan untuk menemui Arya. Selalu timbul perasaan malu jika t...
-
Aku mencoba melupakan semua. Mengalihkan pandangan pada hamparan luas kebun jagung yang hijau, terasa damai, alam begitu santun, aroma ladan...
-
Banjarmasin, 28 Sya’ban 1433 H Malam itu kaum agamis berkumpul, ada beberapa tokoh tauhid dan tasawuf juga beberapa santri dari Abah Wa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar