7.01.2017

Menuju Ladang

"Isi kepalamu sendiri yang meramu, bukan lawan bicaramu yang bikin masalah. Konstruksi kepalamu sendiri yang menjadikan sesuatu menjadi ringan atau berat, suka atau tidak, benci apa cinta semua tergantung kau.
Konsep yang kau ajukan tak lebih dari olah otak cerdas yang mengajukan permohonam untuk bisa dipahami apa yang ada di kepalamu.
Kau buang-buang waktu saja!" 
"Ah..., kenapa kau jadi sensStif"
Urip seharusnya tahu Kojin yang kalah judi tadi malam.
"Salma gimana" tanya Kojin melemahi pembicaraan.
"Masih malas di rumah mungkin"
"Kok mungkin, bukankah tadi malam dia bersamamu.
Kau bertengkar?"
"Sudahlah, ayo lekas ke ladang kita sudah kesiangan ni!"
"Sudah siang trus mau diapakan?
Rip, kau dulu mengajari aku tentang hidup yang memerlukan konflik untuk menjadi  bahan bakar pendorong dari tujuan seseorang, untuk sebuah pencapaian.
Kenapa kau sekarang cenderung melemah?"
Urip hanya diam, ia  sadar tak bisa sejalan dengan apa yang ia pernah ucapkan.
Tak mudah ketika terbentur.

"Dia yang benar-benar telah menjadi bagian dari hidup, bagaimana mungkin aku melupa.. kan....nya"  ledek Kojin dengan suara parau dibuat-buat.

6.12.2017

Hanya kau

Akan sulit menentukan kemana harus berlalu, seperti mati akal ketika sekedar berusaha jauh dari Urip.
Salma sadar jika Urip tak sekalipun meniupkan mantra tapi Urip memiliki stimulan yang berbeda dari semua pria yang telah pernah ia kenal.
Urip mampu memicu  sel romantis yang memberi kejut. Urip gila, sok tahu dan juga bodoh. Tapi entah mengapa kegilaan dan kebodohan Urip menjadi dominan dari apa ia andai tentang arti cinta.

Salma sadar jika cinta hanya konstruksi imajinasi yang ia sendiri telah susun di kepala dan ia sadar jauh dari panggang untuk menyatu dalam ikatan bersama Urip.
Salma masih perlu Urip untuk memastikan bahwa ia masih memiliki perasaan yang tak terungkap dan Urip satu-satunya yang mampu menjamah.

Terkadang ia rindu Urip yang menggila tak tentu arah untuk sekedar menyapa dirinya.
Pun andai hal itu terulang ia juga tak yakin untuk pernah sama dengan yang dulu.

"Urip biarlah semua berjalan dalam ikatan dan hanya kau dan aku yang tahu"

Mengambil Gambar

Aku sempatkan mengambil gambar sederhana  pagi tadi. Sekedar rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Aku gunakan lensa canon 55 - 250mm pula ap...