12.17.2012

Persis

Benar terasa seperti merasakan hal yang sama. Ini yang ada ketika kau
dan aku telah lebur dalam satu cinta, tak ada lagi untuk saling gapai,
kehilangan kalimat rayu pun sapa yang sedikit menggoda. Hal terakhir
yang harus diterima dari peluang, kesempatan dan resiko.

Resiko, tinggal satu hal yang masih menguatkan rasa rindu dan sangat
besar resiko jika kita satukan jua. Bentang ruang.

Bukan kasih, aku merindu bukan dengan logika motifasi entrepreneur,
resiko bagiku justru awal pertanyaan seberapa besar keinginan merajut.
Benar aku sedang kehilangan kalimat, tapi rinduku tak. Kau tahu itu,
seperti aku mengetahuimu.

12.14.2012

Hari Hujan

"Bukan, bukan aku mengabaikanmu Rip, tapi yang aku tahu hanya peluang,
kesempatan dan resiko. Aku hanya tahu pasar, mana segmen-segmen
potensial atau jenis produk yang laku jual"

Hujan masih belum juga reda, maklum, karena ini bulan Desember. Aku
terdiam mendengar ucapan Beng, kalimat itu sekaligus memangkas
kesahku.
Aku kini mati kutu dan hanya bisa menghela nafas.

"Kasih... Sejauh mana permainan ini menghancurkanku. Yang aku tahu
hanyalah aku yang merindu"

12.10.2012

Ya Aku Rindu

Yang aku tahu ketika aku mencoba meniadakanmu hanya menyisakan wajah
yang telah erat didalam otak dan sumsum, telah mengakar dalam ingatan.
Ada yang benar-benar nyata.
Jangan kau bilang "laki-laki dan perempuan tak biasa berteman", karena
setahuku kalimat itu hanya diucap oleh seorang kekasih yang mencoba
ingkar atau dari bibir orang ketiga, andai aku balik kalimat
"laki-laki dan perempuan bisa menjadi kekasih" tentu itu akan terucap
dari seorang teman yang menginginkan peluang dari temannya untuk
menjadi kekasih atau dari ucapan oleh orang ketiga. Dan setahuku kita
tidak melibatkan orang ketiga, kecuali kita tak pernah tahu harus
seperti apa layaknya kekasih.

Terlalu rumit, ya seperti kau sebut inilah hidup yang telah benar
memaksakan tarian.
Sebagian kecil dan terlalu kecil dari yang terlihat, dari ritual yang
menghukum kecerdasan.

12.06.2012

Tentu Kau Indah

Aku hanya bisa melihatnya yang sedang bercermin, tapi bukan untuk
menyisir rambutnya melainkan lebih pada berbicara dengan bayangan yang
ada didalamnya.
"Why ?" ucapnya lirih.

Dan aku sekarang tak bisa berkalimat lagi, pun tanpa bisa
menghilangkan hasrat untuk menatap dia di setiap kesempatan.
"Mengapa ya?"

12.04.2012

Dia

Dan dia sedang melakukan, bukan sekedar ingin.
Atau dia ingin menyatakan dirinya, sedang yang aku tahu kalimat tak
cukup untuk mewakili dirinya, bahkan dia juga sadar dirinya lebih dari
yang terlihat.

Berkunjung Pada Abah Wahab

Bukan saat yang senggang, namun sore itu aku sempatkan untuk berkunjung.

"jika ingin maka kamu ingin menjadi seperti apa lagi? Apakah kamu
menolak adanya dirimu sendiri?
Itulah adanya kamu, ingin hanya wujud kurang syukur terhadap
keberadaanmu" ujar beliau.
"Apakah jika saya ingin lebih baik juga tidak usah?" tanyaku ragu.
"Ya, tepat. Jangan pernah. Aku tidak pernah mempercayai keinginanku
sendiri, tapi aku percaya apa yang aku lakukan saat ini akan berdampak
di kemudian hari.
Apa yang bisa kau lakukan terhadap yang ada sekarang, bukan kau
inginkan yang tidak ada sekarang.
Aku tahu mustahil manusia tanpa keinginan, tapi aku lebih percaya pada
orang yang mengedepankan perbuatan daripada keinginan" ujar beliau.

12.01.2012

Senyum

Baru sekali ini aku melihat senyum cerah dan terasa ringan dari bibir
lembutnya, tak untuk diartikan, jelas tanpa beban rumit kaum dewasa.

Ya, yesterday has gone.

Mengambil Gambar

Aku sempatkan mengambil gambar sederhana  pagi tadi. Sekedar rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Aku gunakan lensa canon 55 - 250mm pula ap...