Sedang peluang tidaklah mutlak berasal dari objek yang bisa diukur berdasarkan angka-angka asumsi atau olah pemikiran dalam bentuk teori pun rumus-rumus yang selalu terbarui dan selalu terdengar sangat bagus disetiap presentasi, melainkan emosi dan juga perasaan individu justru lebih mungkin untuk tahu apa itu peluang.
Lalu diantara individu dengan objek juga bukanlah mutlak sebagai ketetapan, melainkan ada ruh jalinan diantara keduanya yang terasa menghangatkan dan memberi kenyamanan disetiap kali pertemuan. Maka tak perlu ragu jika terasa tak lagi ada kebaikan dari jalinan, pastikan bahwa ruh jalinan telah benar berlalu.
Sekarang tersenyumlah, jika benar emosi dan perasaan masih ada tersisa, tentu akan terlalu banyak peluang dan tidaklah jauh melainkan ada didekat, menunggu sentuhan.
Bukankah kini tinggal kesediaan memberi warna dalam hidup, berpegang pada mimpi-mimpi yang serba mungkin.
Aku sungguh tak begitu optimis dengan cukup berpegang pada dua kemungkinan.
Melainkan selalu melibatkan bangunan hati dan perasaan untuk setiap kemungkinan.
7.02.2012
6.29.2012
Kehidupan
Emosi, perasaan, pikiran pun nalar lebih mungkin untuk dijadikan penopang keyakinan sebelum pengambilan keputusan atas kesempatan dari peluang yang dihamparkan oleh ruang dan waktu.
Tentu sangat bisa dipilih secara bebas dari janji yang ditawarkan untuk menjadi tujuan dalam hidup.
Untuk bertahan hidup, untuk menegaskan hidup, untuk menikmati hidup, atau membiarkan hidup berlaku atas mekanismenya sendiri.
Dan setelah semua ditawarkan tinggal kesediaan untuk memaknai kehidupan, jika disangka kehidupan bermakna maka akan menjadi bermakna, sehingga bisa dibeberkan dengan bumbu-bumbu yang menggairahkan untuk dicermati dan hidup akan terasa mempesona.
Sedang jika pilihan yang diambil tidak bersedia terhadap sangka akan makna kehidupan, maka boleh asyik dengan hampa dan tak perlu dimakna. Lalu katakan "ah..untuk apa"
Suatu ketika aku teringat akan seorang perempuan yang waktu itu memberiku kalimat "tiada sangka juga bisa dengan memecah sangka" waktu itu aku terkejut hingga perlu waktu yang cukup lama untuk menterjemahkan secara nyata kalimat itu dikehidupan.
Bahkan saat aku menulis inipun masih suka kehilangan makna dari kalimat itu.
Tentu sangat bisa dipilih secara bebas dari janji yang ditawarkan untuk menjadi tujuan dalam hidup.
Untuk bertahan hidup, untuk menegaskan hidup, untuk menikmati hidup, atau membiarkan hidup berlaku atas mekanismenya sendiri.
Dan setelah semua ditawarkan tinggal kesediaan untuk memaknai kehidupan, jika disangka kehidupan bermakna maka akan menjadi bermakna, sehingga bisa dibeberkan dengan bumbu-bumbu yang menggairahkan untuk dicermati dan hidup akan terasa mempesona.
Sedang jika pilihan yang diambil tidak bersedia terhadap sangka akan makna kehidupan, maka boleh asyik dengan hampa dan tak perlu dimakna. Lalu katakan "ah..untuk apa"
Suatu ketika aku teringat akan seorang perempuan yang waktu itu memberiku kalimat "tiada sangka juga bisa dengan memecah sangka" waktu itu aku terkejut hingga perlu waktu yang cukup lama untuk menterjemahkan secara nyata kalimat itu dikehidupan.
Bahkan saat aku menulis inipun masih suka kehilangan makna dari kalimat itu.
6.27.2012
Ternyata Aku Tetap Tak Pintar
Kadang nada bisa menentukan hentakannya sendiri, hanya itu yang aku fahami, hingga sungguh-sungguh aku tidak pernah mengerti sama sekali.
Mungkin itu tidak akan berlaku bagi sang pengejar mimpi, tentu mereka akan mengatakan jika ada alasan sendiri-sendiri dari setiap individu untuk sebuah optimisme.
Dan sesuatu yang berharga tidak akan pernah mudah untuk didapat.
Lalu sesekali disetengah perasaannya mengatakan "sungguh cinta bukanlah pilihan yang mungkin"
Mungkin itu tidak akan berlaku bagi sang pengejar mimpi, tentu mereka akan mengatakan jika ada alasan sendiri-sendiri dari setiap individu untuk sebuah optimisme.
Dan sesuatu yang berharga tidak akan pernah mudah untuk didapat.
Lalu sesekali disetengah perasaannya mengatakan "sungguh cinta bukanlah pilihan yang mungkin"
6.24.2012
Dewi Menemani
"....dulu aku pikir benar, seperti yang aku lihat dan dengar tentang sahabatku, keluarga pun keyakinan yang aku yakini. Sekarang telah habis terbakar dan tinggal menyisakan abu yang mudah hilang tertiup angin.
Awalnya bingung dan sulit percaya ketika suatu hari menyadari burung gagak hitam telah menuntunku, dan saat aku memutuskan untuk mengambil jalan lain justru gagak hitam itu telah terlalu dekat denganku, enggan berlalu..."
Arya benar-benar mabuk berat, demi berusaha keras untuk lari, kali ini kelihatannya dia sedang tidak ingin bermesra dengan masalah, tidak seperti sebelum-belumnya yang bisa tersenyum ketika dihadang dengan kesulitan. Arya benar-benar kusut.
Sedang Dewi masih setia menuangkan arak kedalam gelas setiap kali Arya meminta. Dewi menyaksikan kehancuran perasaan Arya dengan diikuti oleh hatinya sendiri yang juga ikut hancur didalamnya.
Dewi telah menyadari jika Arya lebih daripada sekedar tuan yang harus dikabulkan setiap keinginannya demi mendapat pengikut dikemudian hari, sebagai konsekuensi atas layanan yang telah diberikan.
Dewi sungguh sangat sadar jika telah salah dengan mengharapkan Arya bukan sebagai tuan.
Awalnya bingung dan sulit percaya ketika suatu hari menyadari burung gagak hitam telah menuntunku, dan saat aku memutuskan untuk mengambil jalan lain justru gagak hitam itu telah terlalu dekat denganku, enggan berlalu..."
Arya benar-benar mabuk berat, demi berusaha keras untuk lari, kali ini kelihatannya dia sedang tidak ingin bermesra dengan masalah, tidak seperti sebelum-belumnya yang bisa tersenyum ketika dihadang dengan kesulitan. Arya benar-benar kusut.
Sedang Dewi masih setia menuangkan arak kedalam gelas setiap kali Arya meminta. Dewi menyaksikan kehancuran perasaan Arya dengan diikuti oleh hatinya sendiri yang juga ikut hancur didalamnya.
Dewi telah menyadari jika Arya lebih daripada sekedar tuan yang harus dikabulkan setiap keinginannya demi mendapat pengikut dikemudian hari, sebagai konsekuensi atas layanan yang telah diberikan.
Dewi sungguh sangat sadar jika telah salah dengan mengharapkan Arya bukan sebagai tuan.
6.23.2012
Arya mabuk
".......keinginan untuk bisa menaklukkan ruang dan waktu beserta apa yang ada didalamnya menjadikan sang pikir tumbuh subur dengan sangka akan peluang sebagai daun lebatnya dan berbunga hayalan yang indah dengan segala pesona yang menggoda sebelum tersusun menjadi harapan.
Lalu menjadi buah dalam bentuk persepsi sebelum kemungkinan dari peluang yang dituakan dengan konsep demi meyakinkan dan dimatangkan dengan analisa dan hitungan yang mendalam, dan telah siap petik dalam percobaan sebelum sepenuhnya dibenarkan dan sebelum dihidangkan dalam bentuk pencapaian yang disebut-sebut sebagai kemajuan peradaban.
Alhasil kemampuan daya pikirlah yang kini menjadi paling bertahta dalam kehidupan sosial, bahkan sangat laku untuk menentukan status, diagungkan demi memuaskan rasa ingin yang selalu datang seperti rasa lapar. Lapar yang selalu muncul lagi sesaat kemudian setelah keinginan yang sebelumnya telah terpuaskan.
Kau bisa sebut itu baik atau buruk, atau kau tak perlu hirau, atau kau.."
Arya mengakhiri kalimat dengan tawa terbahak, kelihatannya Arya mabuk lagi. Arya memilih alkohol untuk memesrakan dirinya dengan apa-apa yang menjadi sandungan. Arya sangat jarang memandegkan apa yang telah dikehendaki walaupun itu sulit bahkan mustahil.
Rupanya Arya terlalu gugup dihadapkan dengan perasaan yang tak pernah dimengerti, perasaan yang mampu mengacak-acak kehidupannya.
Rupanya Arya tersulitkan oleh hubungan yang kian nyata semu, semu yang tak pernah hilang dari pelupuk mata, walau berulang kali mencoba menghapusnya.
Lalu menjadi buah dalam bentuk persepsi sebelum kemungkinan dari peluang yang dituakan dengan konsep demi meyakinkan dan dimatangkan dengan analisa dan hitungan yang mendalam, dan telah siap petik dalam percobaan sebelum sepenuhnya dibenarkan dan sebelum dihidangkan dalam bentuk pencapaian yang disebut-sebut sebagai kemajuan peradaban.
Alhasil kemampuan daya pikirlah yang kini menjadi paling bertahta dalam kehidupan sosial, bahkan sangat laku untuk menentukan status, diagungkan demi memuaskan rasa ingin yang selalu datang seperti rasa lapar. Lapar yang selalu muncul lagi sesaat kemudian setelah keinginan yang sebelumnya telah terpuaskan.
Kau bisa sebut itu baik atau buruk, atau kau tak perlu hirau, atau kau.."
Arya mengakhiri kalimat dengan tawa terbahak, kelihatannya Arya mabuk lagi. Arya memilih alkohol untuk memesrakan dirinya dengan apa-apa yang menjadi sandungan. Arya sangat jarang memandegkan apa yang telah dikehendaki walaupun itu sulit bahkan mustahil.
Rupanya Arya terlalu gugup dihadapkan dengan perasaan yang tak pernah dimengerti, perasaan yang mampu mengacak-acak kehidupannya.
Rupanya Arya tersulitkan oleh hubungan yang kian nyata semu, semu yang tak pernah hilang dari pelupuk mata, walau berulang kali mencoba menghapusnya.
Arya Yang Keras Kepala
"Tak satupun pijak kaki yang sia-sia melainkan kesalahan yang nyata dan akan menjadi pembenar di kemudian hari, sebab kesalahan hanya proses menuju benar. Juga tak akan pernah ada keinginan untuk berubah nasib karena inilah jalanku, aku suka menjadi aku, bagaimana mungkin aku berubah menjadi selain dari pada aku, baik pun buruk hanya penilaian manusia, bukan penilaian pemilik semesta sekalian alam.
Sekarang yang aku lakukan cukup dengan menyimpan dan menjaga namanya dengan baik dalam ingatan, tak lebih"
Ucap Arya kepada Dewi yang sedari tadi memandangi wajah Arya yang terlihat dingin. Seolah Dewi ingin mencari sendiri isi hati Arya, dibalik wajah Arya yang gamang.
Rupanya Dewi hanya melihat Arya sebagai pribadi yang keras kepala. Lebih mungkin jika dibilang egois.
Sekarang yang aku lakukan cukup dengan menyimpan dan menjaga namanya dengan baik dalam ingatan, tak lebih"
Ucap Arya kepada Dewi yang sedari tadi memandangi wajah Arya yang terlihat dingin. Seolah Dewi ingin mencari sendiri isi hati Arya, dibalik wajah Arya yang gamang.
Rupanya Dewi hanya melihat Arya sebagai pribadi yang keras kepala. Lebih mungkin jika dibilang egois.
6.21.2012
Arya
Arya hanya menimbulkan beban di setiap tempat dia berpijak, seolah memendam kegelapan jika dilihat dari setiap kalimat yang tersampaikan, bahkan kelihatannya iblis telah menyatu, mendarah daging didalam hidupnya. Sangat wajar jika kehadirannya diragukan bahkan ditolak, tak terkecuali Kemala.
Sementara yang lain berlindung kepada Tuhan pencipta semesta sekalian alam dari pada godaan setan yang dikutuk dan dirajam. Sebaliknya Arya seolah asik bermesra.
Jalan masih panjang, awal atau akhir masih menjadi pertanyaan. Sedang Dewi masih setia menemani, menunggu Arya menentukan langkah yang meski ditempuh.
Dan Tuhanmu tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu sendiri. merubahnya.
Sementara yang lain berlindung kepada Tuhan pencipta semesta sekalian alam dari pada godaan setan yang dikutuk dan dirajam. Sebaliknya Arya seolah asik bermesra.
Jalan masih panjang, awal atau akhir masih menjadi pertanyaan. Sedang Dewi masih setia menemani, menunggu Arya menentukan langkah yang meski ditempuh.
Dan Tuhanmu tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu sendiri. merubahnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengambil Gambar
Aku sempatkan mengambil gambar sederhana pagi tadi. Sekedar rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Aku gunakan lensa canon 55 - 250mm pula ap...